>> SURAT CINTA SANG KEKASIH
Surat cinta ternyata bisa menggugah hati, membangkitkan kerinduan, mendorong semangat, menumbuhkan kepercayaan diri, merubah suasana dan membuat terlena. Surat cinta seperi air laut yang semakin diminum tidak bisa menghilangkan rasa haus. Surat cinta bagaikan lecutan halus bagi jiwa yang sedang lemah…
Bagai bahan bakar api cinta yang mulai meredup. Bagaikan pelita ketika sang kekasih masih samar-samar meniti jembatan cinta menuju ke seberang jalan. Surat cinta adalah nyanyian jiwa, suara hati, ungkapan kerinduan dan hembusan angin sorga. Surat cinta adalah gambaran kanvas hati sang kekasih, lukisan jiwa dan bingkasan rindu…
Al Quran adalah Ayat Ayat Cinta sebagai titian antara hamba dan ALLAH,
guru mengaji saya bilang bahwa ciri-ciri orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama ALLAH,
bergetarlah hati mereka, dan ketika dibacakan pada mereka ayat-ayat Allah,
bertambahlah iman mereka kini pertanyaan itu saya ajukan kepada diri saya
Benarkah saya mencintai ALLAH dengan sebenarnya?
Ataukah kata-kata itu hanya penghias bibir mungil saya belaka?
Adakah hati saya bergetar ketika ada yang menyebut nama ALLAH atau terbaca pada saat saya mengaji?
Adakah cinta,
kerinduan dan iman saya bertambah ketika dibacakan pada kita ayat-ayat ALLAH?
jawabannya BELUM…
Mengapa BELUM karena saya belum menempatkan ALLAH sebagai kekasih saya, karena saya belum menjadikan Al Quran sebagai surat cinta dari ALLAH yang seharusnya ketika membaca surat cinta merupakan hobi seperti layaknya orang yang sedang sedang jatuh cinta, saya belum menjadikan membaca Al Quran sebagai petualangan menuju ke alam penuh kasih dan kerinduan… Saya belum membaca surat cinta dengan penuh rasa haru, rindu dan khusyuk.
Bahkan karena derasnya aliran sungai kerinduan dalam hati saya belum mampu membuat saya menangis, air mata belum lagi tumpah….
Iya, saya sedang berusaha untuk membaca surat cinta ALLAH [Al-Quran] paling sedikit satu “Ain” setiap hari,
karena saya ingin merasakan getaran dahsyat ketika rasa rindu itu hadir untuk membaca dan membaca lagi.. semoga saya mampu
Pecinta sejati tak akan pernah bisa bertahan untuk berjauhan dengan sang kekasih bukan?
Sesungguhnya keinginan yang sulit untuk dibendung adalah ingin selalu berdekatan dan berada dalam dekapan sang kekasih, dekapan penuh kedamaian dan ketentraman bukan?
Begitulah semestinya hati orang-orang beriman,
orang yang mengaku mencintai Penguasa jiwanya,
Pencipta dirinya dan yang selalu tanpa pernah henti melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.
Wahai Sang Kekasih...
Malu Rasanya....
Mengatakan Cinta...
Kepada Mu...
Yang Tanpa Bukti apa`apa dari diri ini...
akan Kubujuk jua….
hati dan jiwa Meluahkan rasa…
walaupun do'a yang kering dan munafik ini...
yang selalu ku persembahkan kepadaMu..
Selagi upaya….
akan kucoba tuk kuturuti apa yang ada di hati ini…
Wahai pejalan`!!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi..!!
Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu,karena Akulah jalan itu..
Wahai Sang Kekasih...
Tuntunlahlah aku menujuMu..
Dan Cukup Engkau Saja Yang Jadi Pemelihara Diri ini..
Biarlah disini Sepi Tapi Sentosa..
Tak Banyak Harap Tak Banyak Meminta..
Jauh dunia Dekat disisi ALLAH ta`ala..
Wahai Sang Kekasih..
Ghaib Kau di Mataku...
Tapi Dihati ini Kau tak kan Pernah Sirna...
...
....
bboyaswinpearce@ymail.com
...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar