>> Bulan ini bulan Syawal yaitu Bulan yang Penuh Hadiah Dari Allah Bagi Yang Mengetahuinya.,
Tapi Bagi diriku.. Bukan Karena Hadiah
yang menyebabkan aku menjalankannya...'
tapi memang sudah pantas aku menjalankannya..
Karena Sekarang BAnyak yang Menjadikan IBADAH sebagai INVESTASI..
Agar Suatu saat TUHAN akan Membalas apa yang mereka kerjakan..
Ali Kwh pun bertutur...
IBADAH mengharapkan PAHALA..
ialah IBADAHnya Seorang PEDAGANG...
IBADAH karna Semata`mata Takut Dengan Adzab Allah..
ialah IBADAHnya Seperti budak belian dari Tuanya..
IBADAH HAKIKI..
IBADAH Karena KECINTAAN..
inilah IBADAHnya Orang`orang MERDEKA..
yang hanya Mengharapkan Ridho-Nya...
IBADAH bukan lagi jadi Kewajiban tapi jadi KEBUTUHAN..
..
Aku pernah Dengar seorang Aulia Berkata :.
Barangsiapa yang beramal untuk mendapatkan pahala,
niscaya dia akan letih dengan munculnya harapan-harapan,
barangsiapa yang beramal karena takut siksa,
maka dia akan letih dengan sangka baikNya,
barangsiapa beramal demi wajah allah..
maka dia tidak akan pernah puas dalam peribadatannya.
saudaraku,
singkirkanlah seluruh alasan`alasan ibadah selain memandang wajah allah...
maka sesungguhnya engakau telah berdiri dihadapan Dzat yang maha rahman,
dan berdirilah engakau dibumi kefakiran,
maka allah akan meliputi dan memenuhi segalanya..
Maaf ya bila ada yang tak setuju dengan catatan ku ini..
catatan ini khusus orang yang berjalan di tasawuf..
karna orang yang bertasawuf...
menjalankan ibadah Hanya mengharapkan Ridho ALLAH ta`ala...
Dengan penuh IKHLAS DAN TULUS..
karena Kecintaan yang patut untuk di puja dan di puji...
..
kalau orang yang tak pernah Beribadah dan tak tau diri ...
lain lagi ceritanya...
manusia sedunia dari mulai Nabi Adam sampai dengan manusia akhir nanti tidak ada manusia satupun yang terbuat ....
semuanya dibuat,
baik yang fisiknya lengkap atau yang tidak lengkap,
baik yang kakinya ada ataupun tidak ada,
yang tangannya lengkap ataupun tidak lengkap,
semuanya diciptakan oleh Allah.
Ini diangkat dalam kitab Sirrur Asror Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani
yang menjadi moto utama dalam bidang tasawuf.
Firman Allah :
"Wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya'budun"
artinya : "Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah"
tapi itu saja belum cukup,
rata-rata semua beranggapan seperti ini karena Depag menterjemahkan ayat ini hanya sebatas itu saja.
Maka kebanyakan dari manusia asal sudah melaksanakan ibadah menganggap dirinya merasa telah memenuhi tugas karena terjemah DEPAG yang diterangkan oleh para penceramah di TV,
Radio-radio dan mimbar-mimbar itu yang dipakai.
jika kita merasa dengan sholat lima waktu,
puasa ramadhan,
bila telah nisab lalu berzakat dan bila kita mampu naik haji.
Kita berfikir apabila telah melaksanakan semua itu saja kita telah memenuhi tugas dari Allah.
Kita orang tasawuf jangan cuma sampai disitu pemikiran kita.
Rasulullah s.a.w Pernah bersabda :
" Sesungguhnya Al-Qur'an Mempunyai Makna Lahir dan Batin ". .
Rumi seorang Sufi pun berkata
" Al-Qur'an adalah pengantin Wanita yang memakai Cadar dan menyembunyikan wajahnya darimu.
Bila engkau membuka cadarnya dan tidak mendapatkan kebahagian,
itu disebabkan caramu membuka cadar telah menipu dirimu sendiri,
sehingga tampak olehmu ia berwajah buruk.
Ia mampu menunjukan wajahnya dalam cara apapun yang disukainya,
apabila engkau melakukan apa'apa yang disukainya dan mencari kebaikan darinya,
maka ia akan Menunjukan wajah yang sebenarnya,tanpa perlu kau buka Cadarnya."
Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani telah menafsirkan "illa liya'budun" dalam kitab Sirrur Asror bahwa makna kalimat itu adalah liya'rifun.
kalau anda ditanya kenapa"liya'budun" lamnya itu lam lita'lil,
dia menasabkan ya'budun kalau fi'il mudhore dinasabkan harus hilang nunnya itu,
sebab tanda sofanya itu ialah membuang nun,
kenapa nun-nya masih juga tetap ada ?
dijawab oleh ahli Ilmu alat,
sebenarnya ujungnya itu bukan nun tapi iya,
asalnya "wamaa kholaqtul jinna wal insa illa ilya'buduuniii"
kenapa iya-nya dibuang apakah ada kaidah shorof dan nahwu yang membolehkan membuang iya mutakallim ?
tidak ada.
Lalu kenapa Allah membuang iya mutakallim ?
disitu ilmunya Ilmu Saj'i (sastra). Jadi
".... Tidak Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk ma'rifat kepada Allah"
bukan sebatas ibadah saja,
banyak yang beribadah tapi tidak ma'rifat, kalau ahli ma'rifat pasti dia ahli ibadah.
bila ada orang yang mengaku dirinya ma'rifat tapi tidak ibadah berarti aliran sesat.
ROUTER B-boy tidak begitu,
kalau ada yang seperti itu ?
itu bukan dari ROUTER B-boy begitu saja.
Ramadhan itupun merupakan salah satu untuk mencetak manusia yaitu menjadi manusia yang bertaqwa, bagi orang yang belum belajar thareqatmungkin"La'lallakum tattaquun" sebatas menjadi orang sholeh saja,
tapi untuk orang yang telah belajar thareqat harus menjadi "wasiliin" orang yangwusul kepada Allah Swt (Orang Yang Telah Sampai Kepada AllaH subhana wata`ala) dan untuk menjadi hamba Allah yang sholeh tidak harus memiliki ilmu yang tinggi, maksudnya dengan ilmu dasar yang sedikitpun asalkan diamalkan dengan istiqomah anda bisa wusul kepada Allah,
sebaliknya orang yang tinggi ilmunya tapi tidak istiqomah dalam pengamalan maka ia tidak akan wusul kepada Allah.
Dalam kitab Jauhar Maknun "Kakulina Li'allimiin Dzigotillah Adzikru Miftahuliba bil Adro"
banyak orang yang ilmunya tinggi tapi tidak mau belajar thareqat,
tidak akan wusul kepada Allah..
ibadahnya terasa kering..
orang yang tidak menerima talqin dzikir thareqat muktabaroh dari mursyid,
maka ia bisa jadi orang sholeh,
orang baik tapi tidak akan mencapai tingkat wusul.
Dalam kitab anwirul Qulub
"Wa'lam annattarokiya mimma qoumin illa akhoro la budda laka minal musallik al 'arifi biakhwalin nafsi".
Ketahuilah bahwa pergeseran peningkatan maqom nafsu dari satu tahap ke tahap yang lain tidak akan terwujud tanpa bimbingan guru yang mengetahui perjalanan ruh itu sendiri..
"Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya" (QS Al-Maidah [5]: 54).
"Orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah" (QS Al-Baqarah [2]: 165).
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri "(QS al-Baqarah [2]: 222).
Nabi Muhammad Saw. bersabda bahwa Allah berfirman,
"Tidak ada yang lebih mendekatkan seorang hamba kepada-Ku yang sebanding dengan menunaikan semua kewajiban yang Kuperintahkan dan senantiasa mendekati-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya, maka aku menjadi pendengaran, penglihatan, lidah, hati, tangan, dan kakinya. Ia mendengar melalui Aku, ia melihat melalui Aku, ia berbicara melalui Aku, dan berjalan melalui Aku.'
(hadits Qudsi)
"Ingatlah, sesungguhnya Aulia-Aulia Allah itu tidak merasa takut dan sedih" (QS Yunus [10]: 62).
"Allah itu pelindung (Aulia) orang-orang beriman" (QS Al-Baqarah [2]: 257).
"Sesungguhnya penolong kalian (Auliyyukum) adalah Allah dan Rasul-Nya" (QS Al-Maidah [5]: 55).
"Demikianlah, sesungguhnya Allah menjadi pelindung (maula) orang-orang beriman" (QS Muhammad [47]: 11).
..mungkin sekedar ini saja ya...
maaf kalu ada yang kurang...
saya ucapkan terimakasih...
wasalam....
.. pesan di catatan ini....
>> Wahai Saudaraku Jika Kau Menyangka PerIBADATAN ini sia'sia.,
masuklah kau kePADANG ILMU,.
Jika ini juga sia'sia masuklah Kau keMEDAN HIKMAH.,
jika ini pun begitu..Sebaiknya tinggal lah Dulu ke dalam RUANG IMAN..
Mudah'mudahan disini Kau BETAH..
Jika tidak,
Maka pikirkanlah ..
Apakah engkau Termasuk Orang yg diLAKNAT TUHAN..!!!
...
>> The Sufi way...
JALAN SEORANG YANG MEMPUNYAI CINTA.....
JALAN SEORANG YANG MEMPUNYAI CINTA.....

Jika anda ingin membangun jaringan hubungi saya di 2A370D1E atau rasman_yylin@yahoo.com
BalasHapusmy blog 1talkfusion.blogspot.com